Ketika anda berkunjung ke Semarang luangkanlah untuk menghampiri kawasan Kota Lama Semarang. Kawasan Kota Lama Semarang merupakan area dimana banyak bangunan – bangunan yang berdiri dengan arsitektur Kolonial yakni merupakan bangunan – bangunan peninggalan Kolonial Belanda. Dari tiap sudut kawasan ini, anda akan merasakan sensasi berada pada kehidupan ratusan tahun yang lalu.
Disini, ada beberapa bangunan yang memang sudah sangat tersohor dan merupakan maskot dari Kawasan Kota Lama Semarang, ada di antaranya Gereja Blendur, Pembangkit Air Polder yang berada tepat di depan Stasiun Tawang. Bangunan – bangunan lama disini memang sengaja tidak direkonstruksi dan tidak dirubah demi melestarikan budaya serta peninggalan sejarah Indonesia di masa lampau.
Ketika anda menikmati indahnya bangunan – bangunan kuno di kawasan Kota Lama Semarang, ada satu tempat menarik yang patut anda kunjungi. Ya.. di sudut lain Kawasan Kota Lama Semarang terdapat satu tempat bernama Semarang Art Contemporary Gallery, tepatnya berada di Jalan Letjend Suprapto. Berada di sudut jalan dan sedikit tidak terlihatdari jalan utama, berada di bagian barat dari Gereja Blenduk..
Semarang Art Contemporary Galery merupakan Gedung yang bergaya spanish colonial dan dulunya adalah sebuah perusahaan bernama Winkel Maatschappij yang dipunyai oleh tuan H Spiegel. Pada tahun 1905 gedung ini diambil alih Tasripin. Taspirin adalah seorang pengusaha pribumi kaya raya yang menjadikan bangunan ini sebagai kantor dealer motor dan perusahaan farmasi.
| Tampilan Depan Semarang Art Gallery |
![]() |
| Bagian dalam Semarang Art Gallery |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar